"Sudah lah.. mungil, ayo ganti pakaianmu, kamu tidak cocok dengan warna kelabu itu.." Aku benci melihat wajah rembulannya yang semakin kumuh, dari kemarin malam peri laut tak bisa berhenti menangis, aneh! kupikir dulu aku sempat benci, lalu merindukan kehadirannya lagi dalam mimpi, sekarang semakin aneh, ada semacam ikatan yang menguat diantara kami, hmm dalam hati aku berjanji, kelak akan kuhadiahkan sesuatu untuknya, semoga sampai pada waktunya nanti dia tak berubah pendirian lagi. "Aku sudah tak dibutuhkan lagi di dalam mimpimu, aku hanya menambah parah lukamu, aku benci diriku kini, aku benci dia yang sudah mempermainkan perasaanmu, aku benci semua ini.." Dan sungai yang berhulu dari matanya mulai mengalir lagi.
Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts
Wednesday, 23 March 2011
Tuesday, 22 March 2011
Prosa Peri Laut (Pilu Hatinya)
"Hai peri kecil, kenapa kau murung? lihat.. bintang dimatamu tak lagi berpijar terang, apakah hujan menghalangimu di perjalanan tadi?" Gadis kecil itu hanya menatapku dari sudut ruang yang meremang, ah.. peri laut, jangan bersedih, kau hanya membuat mega mendung berarak riang, hingga sinar bulan tak dapat menepi di daun jendela kamarku.
"Maaf.. aku tak bisa menembus mimpinya, sempat kubahagia demi melihat isi mimpinya di permukaan, tapi sesuatu telah menahanku, hingga aku terlontar keluar dari kotak mimpinya.." Dia menunduk, duh.. jangan kau teteskan butir mutiara itu peri.. aku tak bisa melihatmu sendu, bukankah kau identik dengan dentingan lonceng riang? celotehmu harusnya berisi marah atau senandung indah..
Labels:
fiksi
Monday, 21 March 2011
Prosa Peri Laut
Kamu tahu, aku senang sekali akhirnya kamu mau memenuhi undanganku, sungguh aku khawatir.. terakhir kali setengah kuusir kamu, agar tidak lagi mengganggu malam-malam lelapku, tentu itu hanya ekspresi kemarahanku pada lemahnya pendirianku saja, aku tahu kamu sebenarnya sangat mamahamiku, kan..?
Kabar baiknya, ini separuh jalanku untuk mengatasi segala hal yang menyakitkan, separuh jalan yang sangat berat, perih pedih hatiku hampir saja memporak-porandakan segala hal yang pernah kita rencanakan dulu.. Lalu sepertinya aku merasa kelelahan, merasa tak mampu lagi berdiri dalam gelap jalanan yang bercabang seribu, aku tak bisa melihat arah jalanku, sampai akhirnya, aku merintih.. memanggil namamu, menggelitikmu, melambaikan kerinduan ini, bukan.. bukan karena aku mengharap bantuanmu, tapi celoteh berisikmu selalu bisa menggugah semangatku, ah.. bahagianya.. anggukan kecil yang membuat anak rambut di dahimu itu berkilau tertimpa kerlip bintang di matamu, terima kasih sobat.. sambut tanganku, kita bergandengan tangan menyusuri jalan-jalan yang dulu kerap kita lalui dalam lorong-lorong mimpiku.
Labels:
fiksi
Monday, 28 February 2011
Firasat Dalam Mimpi
Suara gemuruh yang berakhir dengan ledakan dahsyat itu mengguncang tubuhku, aku terbangun dalam kebisuan malam yang hening, rupanya hanya suara hujan dan petir yang memaksaku terjaga..
Pukul 02.02 tanggal 22 Bulan 01
Laptop masih menyala, rupanya aku terlalu letih dan tertidur karenanya, pekerjaan mengedit novel itu membuat aku bermimpi tak karuan, mengumpulkan hurup-hurup yang tercecer dan memasukkannya dalam sebuah mesin cuci, hmm.. mimpi yang aneh!
Labels:
fiksi
Saturday, 26 February 2011
Stupidity
Ah aku bingung hendak memberi judul apa pada tulisan ini. Pengalaman 'ilfil' yang aku alami hari ini sungguh membuat aku benar-benar mual dan benar-benar muntah, rasa marah dan malu menjadi satu.. Tapi sungguh aku tidak punya cara untuk membuat hati jadi tenang, maka aku hanya bisa ungkapkan saja lewat tulisan ini..
'T' salah satu murid kesayanganku, semuda itu dia sudah mengalami berbagai macam pengalaman hidup yang sangat dahsyat, kami jadi sahabat sejak aku berhasil menolong dia lepas dari maut, tepatnya gagal bunuh diri dengan menenggak obat, over dosis! Perasaan cinta tumbuh subur, cinta dari hubungan guru-murid, tak lebih.. setidaknya itu yang aku tekankan padanya berulang-ulang. Tapi dia menempatkan aku sebagai malaikat penolong, ibu yang terlambat dikirim Tuhan, sahabat sejati.. dan banyak lagi. Baiklah.. aku terima itu sebagai wujud rasa hormat dan rasa cinta dia padaku, terutama demi kedekatan hubungan yang sengaja aku ciptakan demi lancar-nya sebuah terapi yang aku terapkan untuk membantu dia lepas dari ketergantungan obat. Seperti dugaanku sebelumnya T memang terlahir dengan kemampuan otak diatas rata-rata, wajahnya cantik, orang tua dari kalangan 'the have' sepertinya tak ada kekurangan pada hidupnya bila saja orang hanya melihat sekilas.
Labels:
fiksi
Thursday, 24 February 2011
Kucing Fir'aun
SELESAI ziarah ke makam keluarga pada hari pertama lebaran kemarin dan pada saat hendak beranjak pulang, saya tertarik pada tas produk sebuah mall terkenal ibu kota yang tergeletak pada kijing di dekat makam nenek. Sempat kubaca tulisan pada nisan makam: “Musa, lahir 28 Pebruari 1957, wafat 29 Pebruari 2000” dan karena kemasan tas itu rapi, bagus, maka kuambil dan saya serahkan Ezra; anak sulung saya untuk menentengnya dan berniat kubawa pulang, sukur-sukur, siapa tahu dalam perjalanan, bertemu pemiliknya yang mungkin alpa. Tapi baru keluar dari gerbang komplek pemakaman, Ezra, setengah berteriak..
Labels:
fiksi
Wednesday, 23 February 2011
Bibir Ungu Jo
JOYCE perempuan tiga puluh tahunan bertubuh langsat sintal, berdada gempal, ibu dari dua anak perempuan lima dan tiga tahun, berniat menjual Pay, suaminya yang sudah mendekati satu kali putaran pemilu menganggur. Selama ini dialah yang bekerja sebagai detailler (sales obat) untuk menafkahi keluarganya. Pekerjaan dia mengharuskannya keluar masuk apotek atau rumah sakit atau tempat-tempat praktek pribadi dokter, untuk menawarkan produk obat yang telah ditarget penjualannya oleh perusahaan. Yang demikian, dia acap menemui masalah, mulai dari persaingan sesama teman seprofesi, kian menjamurnya produsen obat, sampai rayuan ‘ranjang’ para dokter, atas nama ‘jasa’ kontrak pembelian merk obat bawaannya; terutama mereka dokter paruh baya yang lebay dan cenderung tebar-gairah.
Labels:
fiksi
Subscribe to:
Posts (Atom)


