Showing posts with label my diary. Show all posts
Showing posts with label my diary. Show all posts

Monday, 21 February 2011

Why, The Truth Never Far Behind



Satu saat aku datang dengan membawa 3 potongan masa.. aku sangat menginginkan pertanyaan-ku terjawab berdasarkan 3 potong masa itu, yang masing-masing berisi: kebahagiaan-ku di masa kecil, kebahagiaan-ku saat mencinta, kebahagiaan-ku saat merasa dekat dengan Tuhan. Yang Manakah kebenaran dari ke-tiga potongan diatas yang yang paling benar?

Tak satupun dari tiga potongan masa itu yang pantas kau sebut dengan kebenaran.. 

Friday, 18 February 2011

Tuhan Ada...


Satu saat ketika kamu menyadari, 
hidup tidak lagi menyediakan banyak pilihan untuk mu
ingat-ingat lah ini...

Pernah ada seseorang hidup penuh dengan segala penderitaan, kesakitan, dihianati, dihina, dicaci, dimaki..
Dia sendiri tidak pernah menginginkan hidupnya seperti itu.
Diia bukan pahlawan.. tapi seringkali kondisi mengharuskan dia untuk membela yang lemah, 
walau setelahnya bukan penghargaan, bukan sanjungan yang dia terima.. 
Dia bukan malaikat, tapi selalu iklas untuk memberi, memberi, dan memberi..
walau itu sesuap nasi terakhir yang dia punya.
wlau itu selembar baju usang yang sedang dia pakai

Tuesday, 15 February 2011

Catatan Akhir Tahun: Pulang



Pagi dini hari, untuk pertama kalinya dalam 9 tahun, kuinjakkan kaki di tanah kelahiranku, mobil travel baru saja berlalu, ah! diam-diam kudoakan semoga Pak Sopir tidak terlalu kelelahan setelah selama kira-kira 10 jam tancap gas..ngebut..jalanan rusak bolong-bolong pun jadi sasaran ambisinya..sungguh mengerikan! Dan diam-diam kuucap syukur bisa mendaratkan kaki ku di tanah kelahiran dini hari ini, bisa saja nyawaku dan nyawa 7 penumpang lainnya jadi sasaran kemarahan aspal jalanan yang dilindas ban mobil travel itu.

Epilog Cerita Cinta


1296347643623774971
Selamat pagi Jingga..
Selamat pagi Pemmi..

Kalian tidur lah, nyenyak dan bermimpi.. aku disini menjaga kalian agar tak seekor nyamuk pun berani menggigit hingga mengusik lelap buaian mimpi kalian. Aku tak bisa kembali ke tempat peraduan dan bermimpi indah. Aku tak bisa berhenti memikirkan setiap ucapan di setiap obrolan kita sepanjang malam ini. Biar jemariku mewakili mulut yang terkunci ini. Biar kupercayakan kata hati menari di di layar monitor kalian nanti, saat kalian membaca ini.
Jingga..